template

Wednesday, December 22, 2010

Perjalananku Mengelilingi Dunia

Setelah post tadi, aku ingin segera meng-post-kan tentang hari ini.

Hari ini aku dan Esti menjelajahi dunia dan perjalan itu memberikan hikmah mendalam untuk kami. Di perjalanan kami bertemu Kaum-Yang-Berpindah-Tempat (aku enggak tahu namanya) dan aku memberikan salah satu anggota kaum sebatang cokelat dan dia sangat berterima kasih padaku. Kami juga merasakan pertama kalinya menukar uang dengan linglung dan membeli 2 buah kue cokelat beserta minuman berwarna biru yg enggak enak. Lalu kami menonton sepakbola yg tidak jelas Bambang Pamungkas atau Oktolah yg telah mencetak gol. Kami akhirnya menyelesaikan perjalanan itu dengan menyambung kembali pita transparan yg sebelumnya telah kami gunting untuk meresmikan kepergian kami. Kami pun sadar bahwa ke mana pun kami pergi, kami tetap akan berakhir pada tempat yg sama. Lapangan Basket.

Sementara Esti menyelesaikan urusannya, aku duduk di tepi sungai sambil membaca novel klasik berjudul 'Jurnal Jo'. Kerabat lamaku, Daniar, datang menemaniku duduk di tepi sungai sambil memandangi motor vespa yg sibuk menjajakan biji kopi luwak resep rahasia neneknya. Aku begitu terharu dengan perjuangan sang motor vespa jadi aku memotretnya dan sayangnya hasil foto itu belum selesai dicetak sehingga tak bisa kutampilkan sekarang. Kami pun bertemu seorang pemuda yg mencopet HP-ku tetapi belum jauh dia berlari, sang pemuda tersadar akan niat buruknya dan mengurungkan niatnya. Belum sempat kuambil HP-ku kembali, sang pemuda pun mengotak-atik HP-ku mencari sejarah perjalananku dulu agar dia bisa menguasai dunia. Untunglah aku telah menghapus semua data itu dan kutaruh di dalam ingatanku. Dia gagal lagi. Akhirnya, dia pergi ke markasnya bersama komplotannya yg tidak jelas.

moral cerita: jaga rahasia dan seluruh sejarah penting di dalam kepalamu, bukan di dalam HP-mu.

2 comments:

  1. apa ini aku nggak ngerti sama sekali haha :D

    jurnal jo yg saya tea ya, yg ada tanda tangannya.

    ReplyDelete